081-327-051-504

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Discussion – 

0

Discussion – 

0

Pemangkasan BI Rate dan Perpanjangan Insentif PPN DTP: Peluang Emas Saham Sektor Properti

Jakarta, IDX Channel – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2025 memberikan sentimen positif bagi sektor properti. Saham-saham properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan.

Dampak Pemangkasan BI Rate pada Sektor Properti

Menurut riset terbaru dari RHB Sekuritas Indonesia, pemangkasan suku bunga ini memberikan dorongan optimisme bagi sektor properti yang saat ini diperdagangkan dengan diskon sekitar 70% terhadap nilai aset bersih (Net Asset Value/NAV). RHB Sekuritas menilai sektor ini dengan rating ‘Overweight’, yang menunjukkan potensi pertumbuhan positif.

Meskipun suku bunga KPR historisnya tidak selalu terkait langsung dengan BI Rate, kebijakan ini tetap diharapkan akan meningkatkan daya beli masyarakat dan mempercepat transaksi di sektor properti.

Emiten Properti yang Diuntungkan

RHB Sekuritas memperkirakan lima pengembang properti terbesar di Indonesia akan meraih keuntungan dari kebijakan ini, yaitu:

  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
    1. Target harga: Rp1.350 per saham
    2. Pendapatan berulang (recurring income) diproyeksikan mencapai Rp5,4 triliun pada 2025
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

    1. Target harga: Rp1.350 per saham
    2. Valuasi menarik dengan rasio Price-to-Earnings (P/E) 6,6x dan Price-to-Book Value (P/B) 0,4x
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

    1. Target harga: Rp1.330 per saham
    2. Estimasi P/E sebesar 8,0x dan P/B 0,8x
  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

    1. Target harga: Rp750 per saham
    2. Estimasi P/E 6,4x dan P/B 0,5x
  • PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

    1. Prospek pertumbuhan didukung oleh insentif PPN DTP dan peningkatan permintaan properti high-end

Prediksi Kinerja Saham Properti 2024

Berdasarkan data RHB Sekuritas, total prapenjualan (presales) dari lima emiten properti besar ini diproyeksikan mencapai Rp29,2 triliun pada 2024, mengalami kenaikan sebesar 7% secara tahunan (YoY).

Para pengembang properti diharapkan dapat mempercepat penyerahan unit untuk memanfaatkan momentum ini, meskipun tantangan seperti keterbatasan stok di segmen high-rise tetap menjadi perhatian.

Dengan adanya pemangkasan BI Rate dan perpanjangan insentif PPN DTP, sektor properti Indonesia diprediksi akan tetap menarik bagi investor. Saham seperti PWON dan BSDE menjadi pilihan utama dengan prospek pertumbuhan yang solid dan valuasi yang menarik.

Sumber: idxchannel.com

 

 

Nisa

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like