Jakarta – Tahun 2025 diprediksi menjadi momentum kebangkitan pasar properti di Indonesia. Meskipun sempat mengalami penurunan omzet sebesar 4,23% pada tahun 2023, perusahaan jasa agen real estat ERA Indonesia (PT ERA Graharealty Tbk.) tetap optimis bahwa penjualan properti akan meningkat tahun ini. Apa yang menjadi faktor pendukungnya?
Tren Pasar Properti 2024: Sewa Lebih Dominan
Sepanjang tahun 2024, transaksi properti lebih didominasi oleh sewa dengan persentase 66%, sementara transaksi jual beli hanya mencapai 34%. Hal ini mencerminkan preferensi masyarakat dalam memilih properti untuk disewa dibandingkan dibeli.
Dari segi jenis properti yang paling banyak diperdagangkan, rumah tinggal mendominasi pasar dengan 55%, diikuti oleh ruko (18%), apartemen (15%), serta tanah, gudang, dan rukan (12%).
Faktor Pendukung Kenaikan Penjualan Properti di 2025
Presiden Direktur ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, mengungkapkan beberapa faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan sektor properti di tahun 2025:
- Penurunan Suku Bunga
Pada 14-15 Januari 2025, suku bunga acuan mengalami penurunan 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%, yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mempercepat transaksi properti. - Stabilitas Ekonomi dan Dukungan Pemerintah
Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor properti dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung. - Perpanjangan Insentif Pajak PPN DTP
Pemerintah berencana memperpanjang PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga Juni 2025, memungkinkan pembelian rumah hingga Rp 2 Miliar bebas PPN. Namun, banyak calon pembeli masih menunggu kepastian petunjuk pelaksanaan (juklak) dari kebijakan ini sebelum mengambil keputusan.
ERA Indonesia Terus Berinovasi
Sebagai perusahaan broker properti dengan pengalaman lebih dari 33 tahun, ERA Indonesia terus berkembang dengan mengikuti tren pasar. Dalam acara tahunan ERA National Business Conference (NBC) ke-33 yang digelar di Hotel Tentrem, Jakarta, dihadiri lebih dari 500 peserta, termasuk member broker (MB), marketing associates (MA), perbankan, developer, serta delegasi internasional dari Singapura.
“Kami selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar terus hadir melayani masyarakat Indonesia,” ujar Darmadi.
Meskipun ada tantangan pada tahun sebelumnya, berbagai faktor seperti penurunan suku bunga, kebijakan pemerintah, dan stabilitas ekonomi menjadi pendorong optimisme broker properti di tahun 2025. Dengan strategi yang tepat dan dukungan kebijakan yang jelas, pasar properti Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan signifikan tahun ini.
Sumber: detik.com






0 Komentar